Bus Volvo B7R, Bus Bertenaga Asal Swedia dengan Chasis Premium

Posted on

Bus Volvo B7R merupakan sasis gerbong belakang pertama produksi Volvo. Sasis bus ini masuk Indonesia pada era 2000-an dengan membawa berbagai varian bodi. Menariknya, Volvo B7R langsung mendapat sambutan meriah bahkan digadang-gadang sebagai bus bertenaga dan canggih kala itu.

Bus Volvo B7R, Bus Bertenaga Asal Swedia dengan Chasis Premium
Youtube.com

Bus Volvo B7R, Hadirkan Tenaga Gahar dengan Chasis Premium

Jika Anda mengikuti perkembangan produk-produk otomotif di segmen bus premium, tentu sudah tidak asing dengan Volvo. Sebuah merek sasis terkemuka asal Eropa, yang tak pernah gagal menghadirkan inovasi unggulan.

Bahkan sejak pertama kali melahirkan sasis gerbong belakang melalui seri B7R, Volvo langsung menjadi pusat perhatian. Membuat populasi bus Volvo di Indonesia semakin bertambah dengan cepat dan menjadi andalan. Hal tersebut tentunya tak lepas dari beragam keunggulan yang Volvo tawarkan seperti berikut ini.

Mesin Bertenaga di Masanya

Bus Volvo B7R mengandalkan mesin 700 cc Turbo Intercooler Tipe D7E. Mesin gahar itu mampu menghasilkan tenaga hingga 290 Hp. Sementara torsi puncaknya mencapai torsi 1200 Nm di rentang putaran mesin 1050-1650 rpm. Tenaganya tersalurkan melalui transmisi manual 6 percepatan produksi ZF.

Tenaga Volvo B7R mampu menarik perhatian karena terbilang menerapkan banyak teknologi canggih pada masanya. Tepat di rentang tahun 2003 hingga 2007. Volvo juga menyematkan teknologi Common Rail yang membuat mesin ini dapat menghasilkan emisi efektif. Teknologinya meliputi Euro 3/Euro 4/ Euro 5.

Retarder Terintegrasi dengan Gearbox

Volvo turut melengkapi seri B7R dengan retarder yang telah terintegrasi pada gearbox. Fungsi utamanya adalah menurunkan putaran mesin saat pedal rem tertekan. Sehingga akan berefek pada engine brake dan membuat bus melambat. Kemudian tekanannya akan berpindah ke rem cakram yang melanjutkan perlambatan hingga bus dapat berhenti.

Teknologi ini dapat mengurangi tingkat keausan perangkat rem pada bus Volvo B7R, sekaligus membuatnya lebih awet. Rangka yang terbuat dari konstruksi baja kuat dan permukaan datar semakin memudahkan karoseri dalam pengerjaan body bus tersebut. Sementara itu, panjang maksimum body yang bisa berdiri di atas chasis mencapai 12.5 meter.

Kenyamanan Maksimal

Beralih ke segi fitur, Volvo B7R menggunakan air suspension untuk menunjang kenyamanan. Suspensi bagian depan ditopang oleh 2 balon udara. Sementara pada bagian belakangnya menggunakan 6 balon udara yang bisa pengemudi kontrol secara elektronik.

Terdapat juga stabilizer yang berfungsi sebagai pelengkap standar ban depan maupun belakang. Untuk sistem pengereman, Volvo menyematkan Optional retarder, ABS, dan Disc Brakes. Teknologi keamanan yang tidak hanya canggih, namun juga jarang terdapat pada kendaraan lain kala itu.

Di bagian dalamnya, bus volvo B7R menampilkan detail informasi dari cluster indikator. Ada juga speedometer, odometer, temperature, oil meter, tachometer, fuel meter, brake pressure, hingga tekanan turbo. Semua komponen tersebut bertujuan agar pengemudi semakin nyaman berakselerasi di jalan raya.

Hadir dalam Dua Generasi

Volvo B7R sendiri hadir dalam dua generasi di Indonesia. Untuk membedakan keduanya, bisa kita lihat dari varian dashboard-nya. Di Volvo B7R generasi awal, indikator speedometernya masih full analog. Sementara untuk generasi kedua, speedometer sudah semi digital sama seperti truk Volvo.

Tidak hanya itu, di generasi kedua ini tersedia panel MID untuk diagnostic sekaligus menampilkan berbagai informasi mesin secara real time. Transmisi yang mereka pakai juga sudah matic bukan lagi manual seperti seri terdahulu.

Keunggulan vs Kekurangan Volvo yang Mempengaruhi Eksistensinya

Seperti telah tertera sebelumnya, Volvo B7R menjadi bus keluaran era 2000-an dengan performa dan kinerja mesin gahar. Hal ini tentu menjadi salah satu keunggulan yang patut pengemudi apresiasi. Terlebih jika dibandingkan dengan bus-bus yang ada kala itu. Sebut saja Hino RK8JSKA, Mercedes Benz OH 1521, serta Mercedes Benz OH 1525.

Fitur-fiturnya juga terbilang sangat canggih untuk kelas bus Volvo. Kendati demikian, sparepart Volvo B7R di Tanah Air terbilang sangat mahal. Tak sedikit PO bus antar kota – antar provinsi kesusahan jika ingin melakukan penggantian.

Tingginya biaya perawatan itulah yang akhirnya membuat sejumlah perusahaan memilih menjual B7R. Bahkan ada yang mengganti mesin D7E milik B7R dengan mesin Mitsubishi Fuso 6D16 atau Hino J08E. Salah satu alasannya untuk menekan biaya operasional maupun pemeliharaan kendaraan.

Seiring dengan turunnya minat masyarakat terhadap bus Volvo B7R yang terus-menerus, membuat perusahaan akhirnya menghentikan operasi. Saat ini, eksistensinya sudah tergantikan dengan seri terbaru yang semakin relevan dengan kebutuhan masa kini.