Jetliner Double Deck, Bus Dua Tingkat dengan Body Menarik

Posted on

Jetliner Double Deck adalah salah satu produk dari karoseri Rahayu Santosa, Bogor. Kehadiran Jetliner turut andil dalam menghangatkan pasar bus premium Indonesia. Peluncuran bus bertingkat ini berlangsung pada tahun 2016 silam, dengan mengundang banyak media.

Sejak pertama kali meluncur di pasaran tanah air, Jetliner langsung menarik minat perusahaan Otobus atau PO Paradep Trans (PT Pelita Paradep). Sebuah perusahaan terkemuka yang sekaligus menjadi operator pertama bus tersebut.

Bahkan Jetliner langsung dirancang secara khusus untuk chassis bus dengan gross vehicle weight atau GVW 24 ton. Supaya semakin detailnya mengenal bus premium dari Rahayu Santosa, Anda dapat menyimak ulasan lengkapnya berikut ini.

Jetliner Double Deck, Bus Dua Tingkat dengan Body Menarik
ig@asrul5922

Mengetahui Bus Tingkat Jetliner Double Deck

Pada dasarnya, bus tingkat Jetliner merupakan pengembangan dari varian Jetliner High Deck serta Semi High Deck. Kedua varian tersebut telah meluncur lebih dahulu dan langsung booming di pasaran kendaraan berat.

Jetliner Semi High Deck dan High Deck memiliki tampilan baru khusus untuk memenuhi pesanan PO Siliwangi Antar Nusa, dengan nama S-Liner High Deck. Kala itu, GVW-nya hanya berkisar antara 15 sampai 16 ton.

Menyusul kesuksesan dua seri terdahulunya, karoseri Rahayu Santosa kembali menghadirkan bus baru. Dari sanalah cikal bakal kemunculan Jetliner Double Deck. Bodi busnya berdiri di atas chasis premium Mercedes Benz OC 500 RF-2542, yang menjadi pesanan PO Paradep Trans.

Spesifikasi Mesin Tangguh

Berbekal chassis tangguh, Jetliner tampil percaya diri dengan mesin handal berkapasitas 11.967 cc. Mesin tersebut mampu menyumbang tenaga hingga 422 HP. Sementara torsi puncaknya mencapai 1.900 Nm.

Konsep Jetliner

Rahayu Santosa memang kerap menggunakan konsep bus berlantai tinggi atau High Deck terhadap body Jetliner. Hal ini tentu membuat body Jetliner lebih berat daripada bus dengan lantai normal pada umumnya.

Jika kita amati dari dimensinya Jetliner Double Deck memiliki panjang 13500 mm, tinggi 4150 mm, serta lebar 2500 mm. Konsep kabinnya semakin modern berkat sejumlah fitur hiburan seperti tiga unit TV LCD. Untuk kursi yang berada di bawah menggunakan penyangga kaki. Dengan begitu, penumpang bus bisa merasakan sensasi perjalanan yang nyaman.

Bus berlantai dua itu mempunyai kapasitas 59 seat. Hampir sama dengan bus antar kota antar provinsi di kelas eksekutif. Menariknya, jarak per bangku juga relatif renggang untuk ukuran orang Indonesia. Sehingga tidak perlu khawatir merasa kesempitan.

Jetliner vs Highlander Double Decker

Pada pertama kali kemunculan Jetliner di tahun 2016, Highlander Double Decker dari karoseri New Armada juga ikut rilis. Hal tersebut membuat keduanya sama-sama bersaing di segmen bus premium Indonesia.

Apalagi kedua bus ini memiliki sejumlah persamaan, sehingga membuat konsumen benar-benar harus cermat dalam mempertimbangkan. Salah satu persamaan yang ada di kedua bus tersebut adalah sasisnya. Baik Jetliner Double Deck maupun Highlander sama-sama berdiri di atas sasis Mercedes Benz OC 500 RF 2542.

Berbeda dengan Jetliner yang menjadi andalan dari PO Paradep Trans, Highlander berhasil menawan hati PO Primadona asal Makassar. Highlander sendiri banyak beroperasi untuk angkutan antar kota – antar provinsi.

Jika kita bandingkan antara keduanya, dari performa mesin tak jauh berbeda. Highlander menawarkan tenaga maksimum 420 HP, hanya beda tipis dengan Jetliner yang mencapai 422 HP. Kendati demikian, Highlander Double Decker mampu menampung beban hingga 25 ton, 1 ton lebih unggul dari Jetliner.

Akses keluar masuk pada Highlander berada di sisi samping bus. Desain terbilang lebar dengan lantai bawah relatif rendah yang ramah untuk penyandang cacat, anak-anak, dan lansia. Sementara seperti yang tertulis sebelumnya, Jetliner selalu identic dengan bodi yang sedikit lebih tinggi dari produk kompetitor.

Jika dulu bus Highlander banyak malang melintang di jalanan Pulau Jawa dan Sulawesi, kini kendaraan tersebut sudah semakin jarang terlihat. Apalagi New Armada telah merilis sejumlah varian terbaru yang hadir dengan beragam peningkatan.

Sama halnya dengan nasib Highlander, eksistensi Jetliner Double Deck juga kian meredup. Hal ini tak lepas dari tutupnya karoseri Rahayu Santosa, Bogor akibat gulung tikar sejak tahun 2018 silam. Sehingga banyak perusahaan otobus Indonesia yang memilih beralih ke varian bus dari karoseri lain.