Jetbus 3+ SDD Inovasi Handal Mengaspal Tanpa Kendala

Posted on

Jetbus 3+ SDD adalah bus berjenis double decker. Jetbus besutan Adiputro ini menawarkan kemewahan secara menyeluruh selama dalam perjalanan.

Keunikan yang tak lazim, tetapi mampu menyedot perhatian khalayak adalah kemampuannya “menggendong” sebuah mobil. Sepintas terlihat seperti garasi berjalan. Secara tidak langsung, hal ini menjadi bukti nyata tangguh dan kuatnya konstruksi rangka bus.

Jetbus 3+ SDD Inovasi Handal Mengaspal Tanpa Kendala
youtube.com

Kenalan dengan Jetbus 3+ SDD

Industri otobus di Indonesia terus menunjukkan geliatnya. Hal ini terbukti dengan hadirnya inovasi-inovasi terbaru yang menjadikan perjalanan terasa lebih nyaman dan mewah. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah kehadiran Jetbus 3+ Super Double Decker (SDD) mahakarya Adiputro.

Perdana muncul dalam acara GIIAS 2019, jetbus memamerkan dimensi yang mengesankan. Adapun dimensi unit adalah 13.500 mm x 2.500 mm x 4.150 mm. Dimensi ini setara dengan bus tingkat AP.

Dimensi yang besar ini memberikan kesan kokoh dan elegan. Tidak heran apabila menjadikannya pilihan utama bagi berbagai perusahaan otobus di Indonesia.

Fitur Menonjol

Kapasitas tempat duduk bus 2 lantai ini terbilang membanggakan, yakni mencapai 71 hingga 75 kursi. Kita masih bisa menjumpai keunggulan lainnya.

Adiputro sendiri telah memberikan keleluasaan bagi perusahaan otobus untuk melakukan kustomisasi sesuai dengan preferensi dan kebutuhan. Jadi, bus tidak hanya menjadi kendaraan umum, tetapi juga cermin dari identitas dan layanan dari perusahaan otobus yang mengoperasikannya.

Fasilitas hiburan di dalam bus juga sebagai daya tarik lain. Berpegang teguh pada motto “Selalu mengutamakan kepuasan pelanggan,” Adiputro membekali Jetbus 3+ SDD dengan segala fasilitas hiburan. Semua fitur hiburan yang ada bisa menyesuaikan dengan keinginan pemilik bus.

Hal ini terbukti dari adanya pengaturan kursi secara elektrik, lengkap dengan meja, tab Android, dan lampu baca pada masing-masing kursi. Kondisi ini menawarkan kenyamanan luar biasa bagi penumpang, sehingga siapapun tidak akan melupakan pengalaman perjalanannya bersama Jetbus 3+ DD.

Mulai dari layar LCD, konektivitas internet, hingga sistem audio mutakhir. Setiap perjalanan dengan jetbus besutan Adiputro merupakan aktivitas pindah tempat, sekaligus menjadi pengalaman mengesankan.

Performa

Jetbus 3+ SDD sendiri mengusung teknologi sasis tangguh Mercedes-Benz OC500RF OH 2542 dan mesin berkapasitas 13.000 cc. Mesin tersebut memiliki kisaran tenaga hingga 410 HP serta torsi puncak mencapai 2000 Nm.

Dua Lantai

Bus tipe SDD ini tidak hanya menawarkan penampilan yang elegan tetapi juga inovasi yang mengesankan. Tampilan depannya tidak mengalami perubahan drastis dari pendahulunya. Hanya mendapat beberapa sentuhan segar pada bumper depan dan topi antarkaca, sehingga memberikan nuansa yang lebih modern.

Bagian atas bus mencerminkan ruang yang benar-benar istimewa. Dengan konfigurasi tempat duduk bervariasi, baik berupa kursi konfigurasi 2-1, sofa, meja, hingga ketersediaan minibar, membuat Jetbus Voyager cocok menjadi bus AKAP dengan pelayanan khusus.

Louvre pada bagian atas bus tampil menawan dengan lampu baca dan colokan USB. Tak berlebihan jika menjadi tempat ideal bagi penumpang yang ingin bekerja atau bersantai.

Demi kepuasan pengguna, Jetbus 3+ SDD tiada henti menetapkan standar baru. Hal ini membuat bus mengaspal di jalanan Indonesia tanpa kendala.

Jetbus 3+ Double Decker vs Legacy SR2 Double Decker, Jadi Kompetitor Berat 

Memasuki awal tahun 2021 lalu, Jetbus 3+ dari Adiputro tampaknya tidak lagi mengaspal sendirian. Pasalnya, sejumlah kompetitor bus premium ini mulai bermunculan. Salah satunya adalah bus tipe Legacy SR2 Double Decker dari karoseri Tentrem.

Jika kita bandingkan dari segi dimensi, kedua bus ini tentu tidak jauh berbeda. Bus Legacy SR2 Double Decker memiliki dimensi 13.5 meter x 2.5 meter x 4.08 meter untuk pasaran lokal. Sementara varian yang mereka ekspor berdimensi lebih besar sesuai pesanan negara pemesan. Misalnya di Bangladesh dimensinya menjadi 14.4 meter x 4.1 meter x 2.5 meter.

Berbeda dengan sasis Jetbus 3+ SDD yang menggunakan tipe Mercedes-Benz OC500RF OH 2542, Legacy lebih memilih Scania K410EB 6×2. Kendati demikian, kapasitas mesinnya tetap sama yakni 13.000 cc, 6-cylinder in-line, turbocharged.

Dengan mesin ini, Jetbus 3+ mampu menyumbang tenaga hingga 410 dk di 1.900 rpm. Sementara torsi puncaknya mencapai 2.000 Nm di putaran 1.000-1.350 rpm.

Sebagian besar fitur yang tersedia pada Jetbus 3+ SDD dan Legacy SR2 Double Decker hampir sama. Semuanya tentu saja canggih dan sesuai dengan kebutuhan penumpang di era sekarang. Hanya saja, kapasitas Legacy SR2 Double Decker jauh lebih kecil. Mengingat Jetbus 3+ bisa menampung hingga 70-an seat, sementara Legacy hanya sekitar 50 seat.